Supaya Anak Disiplin Shalat 5 Waktu – Semuanya orang-tua mengidamkan anak- anaknya disiplin menggerakkan sholat, karna pendidikan anak bakal disuruhkan pertanggungjawaban oleh Allat Ta’ala, juga supaya sesudah wafat ia memperoleh aliran pahala dari amal shaleh yang ditangani anaknya. Namun kenyataan di depan kita sangat banyak yang telah besar bahkan juga berat sekali melakukan sholat.

Supaya Anak Disiplin Shalat 5 Waktu

Panduan Supaya Anak Disiplin Shalat 5 Waktu

1- Prinsip Utama

Pertama, kalau mendidik anak untuk sholat mesti diawali mulai sejak awal, namun untuk yang baru sadar jadi tak ada kata terlambat, mulai waktu ini juga. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menyuruh kita mengajari anak sholat umur 7 th.. Namun bukanlah bermakna sebelumnya atau setelah umur itu terlarang, yang utama waktu baligh dia telah lakukan, karna catatan amal ditulis mulai sejak umur baligh.

Prinsip ke-2, kalau hakekat medidik shalat yaitu memperkenalkan serta membiasakan anak supaya lakukan shalat kurun waktu lama (dibarengi pemahaman yang pas mengenainya) hingga jiwa anak punya kebiasaan serta terasa nyaman dengannya, dan jiwanya bakal gelisah bila belum mengerjakannya.

2- Mulai Dengan Keteladanan

Anak tumbuh dari mengikuti apa yang diliat, jadi janganlah sia siakan. Waktu sang ibu sholat jadi biarlah ia di dekatnya serta menyaksikannya, waktu telah mulai dapat mengikuti jadi bawalah ia di sebelahnya serta lama kelamaan pastinya akan menirukan gerakannya. Waktu keadaan sangat mungkin (dapat diarahkan tidak untuk ribut) jadi bawalah shalat berjamaah ke masjid berbarengan ayahnya. Karna ini pembiasaan jadi bila tengah tidak ingin janganlah dipaksa, karna bakal membuatnya tak sukai. Keadaankan kedekatan serta kasih sayang terbangun hingga anak anak nyaman serta yakinlah kalau bagian ini bakal jadi sebab paling besar anak-anak enteng menggerakkan sholat nanti.

3- Disemangati

Pemberian reward atau penghargaan termasuk juga sisi dari menyemangati. Penyemangat dapat berbentuk suatu hal yang ia gemari baik mainan ataupun makanan (yang berguna serta sehat) namun dapat pula yang berbentuk non fisik seperti pujian tulus, perhatian yang lebih, serta lain sebagainya. Reward ini sifatnya keadaanonal serta sewaktu untuk menjaga anak ketika membiasakan sampai ia nikmati.

4- Difahamkan

Sembari jalan anak-anak di beri pemahaman serta keilmuan mengenai shalat sesuai sama tingkatan umurnya. Kalau shalat yaitu keperluan jiwa, sangat banyak faedahnya, jalan masuk surga, bukti kecintaan serta ketundukan pada Sang Pencipta kita serta pencipta jagat raya semuanya, sampai selanjutnya diperkenalkan kalau shalat sebagai satu diantara keharusan yg tidak bisa ditinggalkan. Sembari juga diperkenalkan padanya basic Tauhid, diawali dari yang basic ; mengenai kecintaan pada Allah Ta’ala, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, Islam, akherat, dsb. Dari sini anak-anak mulai mempunyai pemahaman yang lebih utuh mengenai shalat serta urgensinya, selain ia telah mulai membiasakannya.

5- Lingkungan Serta Klarifikasi

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menyatakan utamanya shahabat karib yang baik, serta dalam permasalahan shalat juga sama. Anak-anak kita sedikit banyak bakal dipengaruhi oleh lingkungan serta kawan-kawannya, hingga separoh dari pekerjaan besar ini yaitu melindungi serta meminimalkan anak-anak kita dari pergaulan dengan anak-anak yg tidak sholat karna mereka bakal menularkan prinsipnya yang negatif.

Tak kalah utama yaitu kita memberi klarifikasi serta keterangan bila ada (serta tentu ada) orang yg tidak sholat serta di ketahui anak kita. Karen bila tak ada keterangan jadi anak bakal confuse kenapa saya sholat sewaktu ada kawan lain atau bahkan juga orang telah besar kok tak sholat. Dapat kita terangkan kalau mereka itu harusnya sholat namun karna bapak ibunya dahulu tak mengajari hingga dia tidak paham serta tak dapat melakukannya, ia mesti bersukur (Abi-Umi nya) mengajarkannya dan mengajak mendoakan hidayah untuk orang yang diliatnya tak sholat itu. Demikian halnya waktu sang ibu atau kakak perempuannya datang bulan butuh diterangkan supaya semuanya clear serta jiwanya faham dan terasa mantap tanpa ada syubhat sedikitpun.

6- Komunikasi, Kedekatan serta Kasih Sayang

Semuanya sistem serta panduan di atas bakal relatif jalan baik –ba’dallah- bergantung kwalitas komunikasi, kedekatan serta kasih sayang kita pada anak-anak. Jadi tiap-tiap orang-tua mesti selalu melakukan perbaikan serta tingkatkan kwalitas komunikasi, kedekatan serta kasih sayang pada anak-anaknya.

7- Doa

Semua masalah ada pada kekuasaan Allah Ta’ala, DIA lah yang berikan keringanan, keberkahan serta hidayah. Jadi termasuk juga penyempurna ikhtiar kita yaitu mendoakan anak-anak supaya jadi anak yang shaleh serta patuh pada Allah Ta’ala, diringankan untuk shalat serta di beri kesitiqomahan sampai akhir hayatnya. Pastikan beberapa waktu mustajab seperti di sepertiga malam paling akhir, pada adzan serta iqomah, waktu berbuka puasa, serta yang lain. Doa orangtua yaitu termasuk juga doa yang kans nya begitu besar untuk diijabah oleh Allah Ta’ala.

Ketujuh panduan Supaya Anak Disiplin Shalat 5 Waktu di atas melukiskan keseimbangan ihktiar fisik serta ihktiar non fisik (psikologis bahkan juga doa), serta kegagalan beberapa orang kerap disebabkan karna cuma memercayakan satu ikhtiar saja melalaikan yang lain. Mudah-mudahan Allah Ta’ala merahmati anak-anak kita serta semua anak-anak golongan muslimin serta jadikan mereka semuanya pakar sholat serta jadi jariyah pahala yang pahalanya selalu mengalir sampai sesudah kematian kita orangtuanya.